Deprecated: Hook custom_css_loaded is deprecated since version jetpack-13.5! Use WordPress Custom CSS instead. Jetpack no longer supports Custom CSS. Read the WordPress.org documentation to learn how to apply custom styles to your site: https://wordpress.org/documentation/article/styles-overview/#applying-custom-css in /home/u5710877/public_html/wp-includes/functions.php on line 6078
Anggar Ala Drakor Twenty Five Twenty One - raré angon

Anggar Ala Drakor Twenty Five Twenty One

by admin

Drama Korea (drakor) Twenty Five Twenty One kini tengah melejit ditengah persaingan drakor-drakor baru yang tayang dalam waktu yang hampir bersamaan. Mengapa tidak, strategi yang cukup “cerdik” dengan menampilkan banyak misteri bahkan pada menit-menit awal episode pertama memancing keingintahuan penonton. Ditambah lagi, cerita-cerita ‘menggantung’ yang menghakhiri tiap episode. Maka tak ayal jika para penonton sering melontarkan kata “overthinking” untuk menggambarkan perasaannya pasca menyaksikan episode demi episode dari drakor yang tayang sejak 12 Februari silam. Dan bukanlah drama korea jika tanpa keunikan. Walaupun mengangkat tema romansa, tidak sedikit pula drakor yang membungkusnya dengan nilai-nilai kehidupan, budaya maupun pengetahuan yang dapat memberikan tambahan wawasan bagi penggemarnya. Yang berbeda dari drama 2521 ini adalah diangkatnya olahraga anggar sebagai pengait alur cerita. Namun, bukankah olahraga ini terdengar asing? Mari kita bahas!

Sejarah Anggar

Nama Anggar atau secara internasional dikenal sebagai Fencing berasal dari kata defensa yang berarti perlindungan. Sebelum olahraga ini lahir dan diakui sebagai salah satu cabang olahraga, anggar terinspirasi dari praktik permainan pedang yang dilakukan sejak 1190 sebelum masehi. Pernyataan ini dibuktikan oleh ditemukannya ukiran di sebuah kuil dekat Luxor yang menggambarkan pemain anggar. Namun, pada zaman dahulu, permainan anggar tidak menggunakan pedang tumpul seperti sekarang, melainkan menggunakan pedang runcing yang bahkan dapat merenggut nyawa.

Permainan pedang berlanjut pada abad pertengahan melalui permainan duel. Duel biasanya dilakukan oleh kaum menengah ke atas khususnya pada kesatria. Tujuannya bukanlah untuk saling membunuh, namun mempertahankan atau mengembalikan kehormatan. Berlanjut pada masa Renaisans, duel dilakukan oleh orang-orang kaya untuk menyelesaikan perselisihan. Anggar pada masa ini juga tidak hanya dimainkan oleh laki-laki, namun juga oleh perempuan.

Permainan yang sangat khas dengan atribut pedangnya ini mulai beralih dari latihan militer menjadi olahraga pada sekitar abad ke-14 atau ke-15. Uniknya, Jerman dan Italia sama-sama mengakui bahwa anggar berasal dari negaranya. Namun, Jerman pertama kali mengorganisir serikat pekerja pertama di abad ke-15, yang paling terkenal adalah Marxbruder dari Frankfurt, yang dibentuk pada tahun 1478.

Pada era tahun 1600-an dan 1700-an, anggar mengalami perkembangan yang signifikan. Dilansir dari kanal Youtube Nova Fencing Club terdapat tiga pergeseran utama yang berpengaruh pada perkembangan anggar yaitu :

  • Ditemukannya foil yaitu pedang latihan dengan ujung yang datar atau tumpul
  • Dibuatnya aturan yang membatasi area target permainan anggar
  • Penggunaan pelindung wajah dari kawat

Perlengkapan Anggar

Pada salah satu adegan di serial Twenty Five Twenty One episode ke-7, Ko Yu-rim yang diperankan oleh penyanyi Bona berkata : “Dari banyaknya olahraga, aku memilih olahraga anggar yang mahal.” Beberapa artikel membenarkan pernyataan tersebut dikarenakan olahraga ini memerlukan perlengkapan-perlengkapan khusus. Penggunaan pedang (walaupun tumpul) dalam olahraga ini membuat pemain harus tetap terlindungi secara penuh. Dampaknya, berbagai macam perlengkapan dari yang dirancang secara khusus dari ujung kepala sampai ujung kali digunakan.

Pada setiap cabang olahraga anggar, terdapat perbedaan pada rancangan perlengkapannya. Pada standar olimpiade (yang umum dikenal), terdapat tiga cabang olahraga anggar yaitu foil, sabre and epée.

anggar
Pelindung Wajah. Foto: Pexels

Terdapat beberapa perlengkapan yang wajib dipakai saat pertandingan anggar yaitu :

Pedang

Pedang merupakan perlengkapan utama dan yang paling khas dari olahraga anggar. Pedang yang digunakan pada olahraga ini bukanlah pedang asli. Pedang ini terbuat dari batang besi yang tumpul bahkan dapat dilenturkan. Tujuannya adalah untuk menjaga keselamatan pemain. Pedang ini pun tergolong ringan dan tipis dengan berat sekitar 500 – 770 gram. Pedang juga didesain elektrik dan terhubung dengan mesin skor.

anggar
Pedang Epee. Foto: pixabay

Pada cabang Anggar Epée, pedang memiliki berat maksimal 770 gram, sedikit lebih berat dari cabang lainnya. Bentuk batang besi menyerupai huruf V dan lebih kaku dari pada pedang foil. Pelindung tangan berbentuk bulat besar untuk menghindari bagian tangan sebagai sasaran empuk pada cabang Epée yang menyasar seluruh anggota tubuh.

anggar
Pedang foil. Foto: pixabay

Pada cabang Anggar Foil, pedang didesain sangat tipis dan memiliki berat maksimal 500 gram. Pedang utamanya dirancang untuk mendorong sehingga kemampuannya untuk melengkung cukup tinggi sehingga tidak melukai lawan. Ujung dari pedang foil adalah tumpul. Berbeda dengan Anggar Epée yang memiliki pelindung tangan yang lebar, pada Anggar Foil, pelindung tangan lebih kecil hanya untuk keselamatan saja.

Pada cabang Anggar Sabre, panjang dan berat pedang menyerupai pedang foil. Namun jika dilihat secara bentuk, pedang ini sangat mudah dikenali. Pedang sabre memiliki pelindung yang diperpanjang hingga ke ujung bawah. Tujuannya adalah untuk melindungi tangan dari sentuhan pedang lawan yang dapat berarti poin bagi pemain lawan.

anggar
Pedang sabre. Foto : pixabay

Jika diperhatikan dari drakor Twenty Five Twenty One, secara mudah dapat kita bandingkan bahwa cabang anggar yang dimainkan adalah Anggar Sabre. Terlihat jelas dari jenis pedang yang digunakan, bukan?

Penutup wajah atau face mask

Masker untuk pertandingan Epée memiliki rancangan yang paling sederhana. Tidak ada bahan elektrik yang digunakan. Jenis ini umumnya digunakan oleh para pemula di ketiga cabang anggar sehingga sering disebut sebagai “3 weapons mask”. Masker Epée memiliki jaring untuk area wajah dengan kain yang biasanya berwarna putih. Karena seluruh tubuh menjadi sasaran dalam anggar Epée, maka tidak diperlukan bahan lain untuk menentukan membedakan daerah sasaran seperti pada pertandingan Foil dan Sabre.

Pada Anggar Foil, memiliki desain yang sama dengan Epée. Namun, pada pelindung wajah Foil, bagian leher memiliki sensor elektrik karena area ini valid untuk mencetak poin. Bagian leher juga terhubung dengan kabel ke bagian belakang untuk menandakan skor. Sedangkan pada pelindung wajah sabre, seluruh bagiannya mengandung bahan elektrik karena seluruh area kepala valid untuk mencetak skor. Pelindung wajah saber juga terhubung dengan kabel.

Pakaian

Pada olahraga anggar, digunakan berbagai macam pakaian untuk melindungi tubuh atlet selama pertandingan. Pakaian tersebut antara lain : baju, jaket, plastron, celana, dan sarung tangan. Adapun yang unik dari pakaian anggar adalah adanya sensor elektrik yang didesain khusus untuk mendeteksi sentuhan pedang. Jika diperhatikan pada drakor Twenty Five Twenty One juga dapat kita lihat kabel-kabel yang terhubung dengan pakaian altet.

Aturan Main

Hingga pada tahun 1896, pada olimpiade modern pertama, anggar menjadi salah satu cabang olahraga yang dikompetisikan. Dari segi tata bahasa, beberapa istilah yang digunakan dalam pertandingan anggar berasal dari Bahasa Perancis.

En-garde Pret? Allez

Pasti sudah tidak asing di telinga pecinta drakor Twenty Five Twenty One. Dalam Bahasa Perancis, ketiga kata ini berarti “Bersedia Siap? Mulai.” Penggunaan Bahasa Perancis adalah dikarenakan pada akhir abad ke-19, Perancis menjadi pusat olahraga anggar. Bahkan anggar diwajibkan bagi tentara Perancis.

Pada drakor Twenty Five Twenty One juga beberapa kali ditampilkan adegan pertandingan anggar yang menunjukan alat skor. Seiring perkembangan zaman, olahraga anggar juga berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi. Penandaan skor permainan pada zaman dahulu dilakukan dengan menggunakan noda tinta yang mengenai pakaian pemain lawan yang terkena pedang. Sedangkan, pada era sekarang telah digantikan oleh mesin skor otomatis yang tersambung dengan pedang.

Poin akan diberikan jika pemain berhasil menyentuh bagian tubuh dari pemain lawan. Jika permainan berlangsung selama 5 menit, maka pemenang adalah mereka yang berhasil memperoleh skor 5 poin terlebih dahulu. Namun, untuk permainan selama 9 menit, dibutuhkan 15 poin untuk memenangkan pertandingan.

Selain itu, penilaian skor juga dapat berbeda tergantung pada cabang anggar yang dimainkan. Misalnya pada Anggar Epée tidak ada batasan area tubuh yang disentuh oleh pemain lawan untuk mendapatkan poin. Sedangkan pada Anggar Sabre, hanya terbatas pada area dari pinggang ke atas untuk memperoleh poin. Terakhir, Anggar Foil semakin membatasi pemain untuk hanya menyentuh bagian tubuh atas dan tidak termasuk area tangan dan kepala.

Demikian pembahasan mengenai olahraga anggar kali ini. Terdengar seru, bukan?

Referensi

https://www.tutorialspoint.com/fencing/fencing_equipment.htm

https://www.rulesofsport.com/sports/fencing.html

https://fencing.net/15530/a-comprehensive-guide-to-fencing-masks/#:~:text=FIE%20masks%20are%20made%20out,FIE%20masks%20is%20more%20durable.

https://www.quora.com/Why-is-French-the-international-and-official-language-of-fencing-Olympic-sport

https://olympics.com/en/sports/fencing/#:~:text=Birth%20of%20the%20Sport,of%20Frankfurt%2C%20formed%20in%201478.

You may also like