Film Berbahasa Asing Terbaik

by I Wayan Juliandika

Best Foreign Film atau Film Berbahasa Asing adalah salah satu kategori yang diperebutkan para sineas film internasional. Setiap negara biasanya mengirimkan satu film (submission) pada ajang penghargaan internasional. Panitia akan menyeleksi film tersebut dan akan menghasilkan beberapa nominasi untuk selanjutnya dipilih satu pemenang. Kategori Film Berbahasa Asing memberikan kesempatan para sineas internasional untuk menunjukan budaya dari negara mereka sendiri ke panggung dunia. Berikut adalah lima film berbahasa asing terbaik yang bisa kita saksikan.

Amour (2012) – Austria

best-foreign-film-amour
Cuplikan Film Amour (Image by /comment)

Amour adalah film berbahasa asing terbaik (best foreign film) pada Academy Awards ke-85. Meskipun mewakili Austria pada ajang tersebut, film ini aslinya menggunakan Bahasa Prancis. Selain dinominasikan sebagai film berbahasa asing terbaik, Amour juga dinominasikan pada empat kategori lain seperti Film Terbaik, Pemeran Wanita Utama Terbaik (Emmanuelle Riva), Skenario Asli Terbaik (Michael Haneke), dan Sutradara Terbaik (Michael Haneke). Emmanuelle Riva tercatat sebagai aktris tertua pada nominasi pemeran utama wanita terbaik yaitu pada usia 85 tahun. Film ini diarahkan oleh sutradara berkebangsaan Austria, Michael Haneke.

Amour diputar pertama kali pada Mei 2012 di Cannes Film Festival di mana film ini mendapatkan pengahargaan Palme d’Or. Palme d’Or adalah penghargaan tertinggi yang diberikan pada Cannes Film Festival.

Amour yang dalam bahasa Prancis berarti “cinta” mengisahkan kehidupan sehidup semati sepasang suami istri. Keduanya merupakan guru les piano semasa mudanya. Kini, mereka harus menjaga satu sama lain di usia senja mereka. Kesetiaan cinta dibuktikan ketika Anne (Emmanuelle Riva) menderita stroke sehingga Georges (Jean-Louis Trintignant) harus merawatnya.

Trailer Film Amour

Mustang (2015) – Prancis

best-foreign-film-mustang
Cuplikan Film Mustang (Image: BBC)

Mustang merupakan film berlatar Turki. Diceritakan lima bersaudara perempuan hidup di tengah budaya masyarakat yang masih konservatif. Perempuan tidak diperbolehkan untuk bersekolah layaknya pria. Bahkan mereka dipaksa untuk menikah muda dan ‘hanya’ menjalankan tugas rumah tangga seperti memasak, membersihkan rumah, ataupun menjahit. Tidak hanya itu, bahkan aktivitas yang kebanyakan yang dilakukan kaum lelaki seperti menonton sepak bola, dilarang dilakukan oleh perempuan. Bagaimana cara lima bersaudara tersebut untuk keluar dari pakem tersebut?

Mustang secara jelas ingin mengangkat isu patriaki serta female empowerment yang masih lekat pada daerah rural.

Mustang disutradarai oleh sineas berdarah Turki-Prancis, Deniz Gamze Ergüven. Sebagian ide film ini terinspirasi dari kisah nyata yang dia alami sendiri. Film ini merupakan kerjasama tiga negara Prancis-Jerman-Turki. Mustang pertama kali tayang di Cannes Film Festival pada Mei 2015. Dengan berbagai respon positif yang didapat, Mustang mewakili Prancis untuk kategori film berbahasa asing terbaik pada Oscars 2016.

Pan’s Labyrinth (2006) – Meksiko

Cuplikan FIlm Pan’s Labyrinth (Image: Fandom)

Pan’s Labyrinth adalah film berbahasa Spanyol arahan sutradara kelahiran Meksiko, Guillermo del Toro. Film ini adalah satu diantara banyak film bergenre fantasi yang mendapat banyak pujian dari para kritikus. Pan’s Labyrinth adalah salah contoh film fantasi dengan imajinasi yang luar biasa namun tetap terasa ‘gelap’ dan dewasa.

Film ini berlatar di zaman modern tepatnya lima tahun setelah perang Spanyol. Tokoh protagonis atau Princess Moanna akan diajak menjelajahi dunia fantasi layaknya negeri dongeng. Memang sulit dipercaya bahwa dunia kerajaan bawah tanah, peri, ataupun makhluk setengah binatang masih ada pada zaman tersebut. Sang sutradara berhasil menghidupkan suasana menyeramkan sekaligus membawa penonton ke dalam alam fantasi yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Pan’s Labyrinth banjir pujian dari para kritikus. Situs Rotten Tomatoes memberikan nilai 95% untuk film ini. Mereka menyebut film ini adalah Alice in Wonderland versi orang dewasa. Di ajang lainnya, Pan’s Labyrinth mendapatkan tujuh nominasi Academy Awards termasuk film berbahasa asing terbaik.

Guillermo del Toro sepertinya adalah sutradara dengan daya imajinasi yang tinggi. Pada tahun 2016, ia kembali memproduksi film dengan unsur makhluk fiksi yang berjudul The Shape of Water.

The Intouchables (2012) – Prancis

Cuplikan Film Intouchables

The Intouchables menceritakan persahabatan seorang aristrokrat kaya raya yang menderita kelumpuhan bersama pengasuhnya yang merupakan mantan preman. Latar belakang keduanya yang seperti bumi dan langit membuat film menarik untuk ditonton. Film ini dibintangi oleh aktor Prancis François Cluzet (Philippe) dan Omar Sy (Driss).

Adegan pembuka film ini memperlihatkan Driss membawa Philippe dengan mobil mewah Maserati Quattroporte. Driss menyetir dengan kecepatan yang melewati batas sehingga dikejar oleh polisi. Untuk menghindari tuntutan hukum Philippe berpura-pura mengalami quadriplegia ketika mereka berhasil dicegat polisi. Driss kemudian menipu polisi dengan mengatakan Philippe harus dibawa ke UGD. Adegan tersebut merupakan flashback dari kisah persahabatan mereka dalam film ini. Scene mereka dikejar polisi ini menggunakan latar lagu September yang dinyanyikan oleh band lawas Earth, Wind & Fire. Lagu Earth, Wind & Fire lainnya yang muncul di film ini adalah Boogie Wonderland.

The Intouchables mencatatkan sejarah sebagai salah satu film bukan berbahasa Inggris terlaris di dunia. Tidak hanya sukses secara komersial, The Intouchables menuai respon positif dari kritikus. Meskipun film ini gagal masuk nominasi film berbahasa asing terbaik di ajang Oscars, The Intouchables tetaplah salah satu karya film yang patut diperhitungkan.

Trailer Film Intouchables

Parasite (2019) – Korea Selatan

Keluarga Kim pada Cuplikan Film Parasite (Image: The New Yorker)

Parasite adalah film berbahasa Korea arahan dari Bong Joon-ho. Ini mungkin adalah film Asia pertama yang mampu menembus dominasi film barat di ajang seperti Oscars atau Cannes Film Festival. Bagaimana tidak, Parasite menyapu bersih kategori utama pada Oscars 2020 seperti film terbaik, sutradara terbaik, skenario asli terbaik, maupun film internasional terbaik. Sementaran pada Cannes Film Festival, Parasite meraih Palme d’Or sebagai penghargaan tertinggi ajang itu.

Parasite adalah potret dari kesenjangan sosial yang masih ada di negara maju seperti Korea Selatan. Diceritakan keluarga Kim yang tinggal disebuah basement berprofesi sebagai pelipat kotak pizza. Mereka digaji sangat rendah sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan koneksi yang dimiliki oleh anak Kim, satu per satu dari mereka berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu di keluarga Park yang kaya raya. Uniknya keempat dari mereka berpura-pura tidak mempunyai hubungan keluarga di hadapan keluarga Park. Singkat kata, keluarga Kim menjadi parasit di kelurga Park. Drama kehidupan sehari-hari yang kerap kita jumpai di film ini membuat Parasite terasa ‘akrab’ dengan penontonnya.

Banyak pengamat film yang menganggap Parasite menyisipkan banyak simbol-simbol yang membuat film ini menjadi misterius dan menarik di saat yang sama.

Trailer Film Parasite

The Great Beauty – La grande bellezza (2013) – Italia

The Salah Satu Scene di The Great Beauty (Image: The Well-Travelled Postcard)

Tidak lengkap rasanya membahas film berbahasa asing tanpa memasukkan Italia. Italia adalah langganan negara yang sering memenangkan kategori ini. Salah satu film Italia yang pernah memenangkan kategori ini adalah Life is Beautiful pada tahun 1999. Sampai artikel ini diterbitkan, Italia telah memenangkan 14 pengahargaan film berbahasa asing terbaik dari total 32 nominasi.

The Great Beauty atau dalam Bahasa Italia, La grande bellezza merupakan film arahan Paolo Sorrentino. Film ini akan mengajak kita berkeliling Kota Roma dengan bangunan-bangunan bersejarahnya seperti Colosseum.

Tidak seperti film kebanyakan yang mempunyai alur maju, adegan pada The Great Beauty seperti disusun secara acak. Film ini bercerita tentang kehampaan jiwa seorang penulis kondang. Di usia senjanya dia menikmati kesuksesannya dengan hal-hal duniawi seperti berpesta setiap malam.

You may also like

This website uses cookies to improve your experience. Accept