John Mayer: Karya Blues Terbaik Terbaik

by I Wayan Juliandika

John Mayer mungkin bukanlah musisi yang mengusung genre blues secara utuh. Namun, dialah salah satu diantara sedikit musisi yang mengawinkan genre pop, rock, dan blues dalam satu karya sekaligus. John Mayer adalah solois pria yang karyanya cukup diperhitungkan di industri musik dunia. Tidak hanya bersuara merdu dan mempunyai wajah rupawan, John Mayer juga mahir bermain gitar. Gitar telah menjadi bagian dari stage act John Mayer. Dengan skill gitar dan gayanya yang flamboyan, John Mayer banyak diidolakan remaja.

John Mayer telah menelurkan delapan album studio dan meraih tujuh Grammny Awards. Album yang bertajuk Continuum menjadi salah satu karya terbaiknya. Album ini mendapatkan nominasi Album of The Year pada Grammy Awards edisi ke-49.

john-mayer
John Mayer Bersama Gitarnya (Image: Ticketmaster)

Free Fallin’

Mungkin ini sedikit mengejutkan karena lagu Free Fallin dipopulerkan lebih dulu oleh Tom Petty pada tahun 1989. John Mayer kemudian melakukan cover lagu ini pada sebuah sesi live tahun 2007. Rekaman live ini kemudian dimasukkan ke dalam album dengan judul Where the Light Is: John Mayer Live in Los Angeles. Secara umum John Mayer bisa menyanyikan lagu ini dengan sangat baik dengan gayanya sendiri.

Produksi cover lagu ini ‘sederhana’ saja dengan menggunakan beberapa tambahan gitar akustik. Meskipun demikian, John Mayer berhasil memberikan ruh yang kuat sehingga lagu ini terdengar sangat magis. Dan jangan lupakan dua gitaris pria di belakang yang ikut berkontribusi pada sesi live ini.

John Mayer menyanyikan lagu Free Fallin’ di Nokia Theatre

Bold As Love

Lagi-lagi John Mayer sangat mahir mengcover lagu milik orang lain. Kali ini adalah lagu milik Jimmy Hendrix yang berjudul Bold As Love. Skill gitar John Mayer yang memang luar biasa sangat terdengar ketika mengcover lagu ini. John Mayer seakan diberikan kebebasan ruang untuk mengekplorasi skill gitar yang dimilikinya. Bold As Love yang bergenre blues memang cocok dengan karakternya.

Gravity

Gravity masuk ke dalam album Continuum yang dirilis pada 12 September 2006. Berbeda dengan lagu di album sebelumnya yang cenderung nge-pop, pada Gravity terdengar nuansa blues dan soul yang kental. Kombinasi skill gitar dan vokal John Mayer membuat lagu salah satu karya terbaiknya.

Daughters

Lagu ini ditujukan kepada orang tua (fathers and mothers) untuk mengasuh anak perempuannya (daughters) dengan baik. Daughters adalah salah satu karya yang banyak mendapat pujian dari kritikus. Daughters mendapatkan perhargaan Song of the Year pada Grammy Awards edisi ke-47.

Penampilan Daugthers live di Nokia Theatre

Waiting On the World to Change

Lagu ini terdengar ringan dan sangat catchy. Alhasil karya John Mayer ini memuncaki posisi 14 Billboard Hot 100. Tidak hanya sukses secara komersial, Waiting On the World to Change juga mendapat respon yang baik dari kritikus. Lagu ini memeanangkan Best Male Pop Vocal Performance pada Grammy edisi ke-49.

Waiting On the World to Change di Nokia Theatre

Your Body is Wonderland

Your Body is Wonderland mengawali kiprah John Mayer di industri musik dunia. Lagu ini masuk ke dalam perdananya berjudul Room for Square. Sebagai salah satu debut single, lagu ini cukup populer dengan memuncaki posisi 18 US Billboard Hot 100. Kesuksesan single ini membuat John Mayer dianugerahi Best Pop Male Vocal Performance pada Grammy ke-45. Tidak hanya itu, John Mayer juga dinominasikan sebagai Best New Artist meskipun tidak menang. Your Body is Wonderland terdengar sangat pop remaja dan manis dengan nuansa yang santai.

Slow Dancing In A Burning Room

Solo gitar Slow Dancing in a Burning Room memang seakan membakar seisi ruangan ketika dimainkan. Ramuan elemen lagu ini terasa sangat lengkap mulai blues, soul, dan R&B. Kemahiran bermain gitar John Mayer memang tidak diragukan lagi di lagu ini. Dia berhasil menumpahkan kegalauan percintaannya melalui lagu dengan tempo ballad ini.

Stop This Train

Lagu Stop This Train mempunyai petikan gitar yang renyah. Stop This Train dikemas dengan ‘sederhana’ menggunakan satu gitar akustik. Di sinilah keunikan John Mayer yang mampu mencipatkan lagu yang indah dengan instrumen yang minimal. Sesuai judulnya lagu ini cocok didengarkan bersantai sambil menunggu kereta datang.

Stop This Train bercerita tentang kegundahan seorang anak muda yang akan beranjak dewasa. Ia masih nyaman dengan kehidupan masa muda. Akhirnya ia mencari cara bagaimana meyakinkan diri sendiri bahwa ia tak akan pernah menua.

So scared of getting older

I’m only good at being young

So I play the numbers game

To find a way to say that life has just begun

John Mayer

You may also like

This website uses cookies to improve your experience. Accept