Persahabatan Damien Chazelle dan Justin Hurwitz dalam La La Land dan Whiplash

by I Wayan Juliandika

Persahabatan duo sutradara-komposer Damien Chazelle dan Justin Hurwitz melahirkan dua film musikal yang ikonik. Film tersebut adalah Whiplash dan La La Land. Di dua film ini Damien Chazelle bertindak sebagai sutradara sementara Justin Hurwitz sebagai pengisi musik. Melalui arahan Damien Chazelle, dua film ini mempunyai pergerakan kamera yang apik. Sementara Justin Hurwitz juga memberikan sentuhan musik jazz yang tidak kalah istimewa.

whiplash
Penampilan Miles Teller (Andrew Neiman) dan J. K. Simmons (Terence Fletcher) dalam Whiplash (Image: The New Yorker)

Whiplash yang debut pada 2013 telah banyak melanglang buana ke berbagai festival film, sebut saja Sundance Film Festival. Dari cuplikan ide film yang diputar akhirnya banyak menarik investor untuk mendanai produksinya. Whilplash akhirnya premier pada Sundance Film Festival pada tahun 2014. Film ini akhirnya memenangkan Audience Award dan Grand Jury Prize untuk kategori drama. Mendapat sambutan positif pada pemutaran perdana, Sony Pictures akhirnya mengambil lisensi distribusi film ini untuk ditayangkan di seluruh bioskop di dunia.

Untuk mewujudkan mimpinya, Damien Chazelle merekrut Miles Teller sebagai aktor utama dan J. K. Simmons sebagai aktor pendukung. Sementara bagian score diisi oleh mantan teman kuliahnya sendiri, Justin Hurwitz. Tidak disangka film yang bercerita tentang musik jazz ini disukai oleh juri-juri Oscars. Whiplash membawa pulang tiga piala Academy Awards dari total lima nominasi, diantaranya Best Performance by an Actor in a Supporting Role yang diraih aktor senior J. K. Simmons. Dua piala lainnya adalah Best Achievement in Film Editing dan Best Achievement in Sound Mixing. Namun sayangnya, Whiplash gagal memenangkan piala di dua nominasi lainnya yakni Best Motion Picture of the Year dan Best Writing, Adapted Screenplay. Tidak berhenti sampai di sana, Damien Chazelle juga dinominasikan pada kategori Directors’ Fortnight pada Cannes Film Festival 2014.

Murid Ambisius dan Guruk Galak

Whiplash bercerita tentang proses latihan seorang drummer jazz bernama Andrew Neiman (Miles Teller) oleh gurunya yang sangat galak bernama Terence Fletcher (J. K. Simmons). Fletrcher memiliki metode mengajar yang cukup sadis. Dia tidak mentoleransi kesalahan yang dilakukan Andrew ketika proses latihan. Fletcher kerap kali memarahi Andrew karena melakukan kesalahan kecil saja, seperti tempo yang tidak sesuai. Hukuman yang lebih sadis, Fletcher pernah melempari Andrew dengan kursi ketika mempraktikkan lagu Whiplash. Tangan Andrew pernah sampai berdarah memegang stik drum menyesuaikan tempo musik jazz yang memang dinamis. Aksi sang guru musik yang bengis sukses diperankan oleh aktor J.K. Simmons. Di sisi lain, Andrew adalah seorang drummer yang juga ambisius dan mau melakukan apapun demi meraih permainan drum yang tanpa cela. Kombinasi guru-siswa ini menjadi sebuah tontonan yang menarik.

Whiplash cukup diterima di bioskop-bioskop seluruh dunia dengan membukukan pendapatan kotor 49 juta dolar. Sebagai perbandingan, film ini ‘hanya’ menghabiskan biaya produksi 3 juta dolar. Film bergenre drama psikologi ini sangat direkomendasikan untuk ditonton. FIlm ini berada pada posisi 43 dari 250 film terbaik versi IMBD. Lebih-lebih RottenTomatoes yang terkenal kritis memberikan rating 94% untuk film ini.

La La Land

Sukses dengan Whiplash, Damien Chazelle dan Justin Hurwitz kembali berduet untuk proyek yang lebih besar. Kali ini mereka berkolaborasi dalam pembuatan film yang nantinya cukup fenomenal, La La Land. Tidak tanggung-tanggung sang sutradara menggaet dua aktor kenamaan sebagai pemeran utama. Dua aktor itu adalah Ryan Gosling dan Emma Stone. Bintang Hollywood lainnya seperti John Legend, Rosemarie DeWitt, Finn Wittrock, dan J. K. Simmons.

la-la-land
Ryan Gosling Beradu Akting dengan Emma Stone dalam Film La La Land (Image: [FILMGRAB])

Film dengan konsep matang seperti La La Land pastilah telah melalui proses yang panjang. Perlu waktu bertahun-tahun bagi mereka merealisasikan proyek ini. Naskah La La Land telah disiapkan Damien Chazelle ketika berkuliah di Harvard. Dia pun menyodorkan ide ini pada sahabatnya, Justin Hurwitz. Justin Huwitz pun setuju untuk ambil bagian sebagai komposer film dengan konsep musikal ini.

La La Land memang film yang fenomenal. Bagaimana tidak, film ini laris manis di pasaran namun juga memuaskan para kritikus. Dari seluruh bioskop di dunia, La La Land membukukan pendapatan kotor nyaris 450 juta dolar dengan modal produksi 30 juta dolar. Pada pemeran dan kru La La Land juga sering wara wiri di berbagai ajang penghargaan. Sebut saja ajang penghargaan utama seperti Academy Awards di mana film ini berhasil membawa pulang enam piala dari 14 nominasi. Emma Stone, Damien Chazelle, Justin Hurwitz naik podium untuk kontribusinya masing-masing sebagai pemeran utama wanita terbaik, sutradara terbaik, dan score terbaik. Justin Hurwitz tercatat sebagai sutradara termuda yang memenangkan Best Director. Berkat film ini pula, Emma Stone disebut-sebut menjadi aktris dengan bayaran termahal pada tahun 2017.

La La Land adalah film yang membutuhkan aktor yang multitalenta. Bagaimana tidak, sebagai film musikal Ryan Gosling dan Emma Stone dituntut untuk bernyanyi, bermain musik, bahkan menari. Vokal mereka di film ini terasa sangat natural padahal keduanya bukanlah penyanyi profesional. Sebagai tambahan, Ryan Gosling tidak mau menggunakan pemeran pengganti ketika adegan memainkan piano jazz. Kabarnya dia harus belajar piano tiga bulan sebelum syuting film ini dimulai. Adu akting antara Ryan Gosling dan Emma Watson pun terlihat memiliki chemistry yang kuat.

La La Land tayang perdana di Venice Film Festival, sebelum melanglang buana ke festival film bergengsi lainnya seperti Toronto International Film Festival. Mendapat sambutan positif, Lionsgate akhirnya tertarik untuk mendistribusikan film ini ke seluruh dunia.

Sebagai film musikal La La Land mendapat ‘perlakukan’ istimewa. Skor film ini digarap oleh Justin Hurwitz bersama-sama dengan duo penulis lagu Benj Pasek dan Justin Paul. Justin Hurwitz bahkan membawa serta orkestranya untuk musik La La Land. Berkat La La Land, Justin Hurwitz disebut-sebut layak disejajarkan dengan komposer spesialis film lain seperti Hans Zimmer dan Alexandre Desplat.

Bercerita tentang kisah cinta calon aktris dan musisi jazz, La La Land memberikan nuansa telenovela klasik di zaman modern. Damien Chazelle sepertinya memang sengaja menggunakan palet warna retro yang ciamik pada film ini. Nuansa warna yang digunakan terasa tidak terlalu jadul namun juga tidak terlalu modern. Menurut Damien Chazelle, ia memang sengaja mencari titik tengah untuk nuansa film ini.

Persahabatan Damien Chazelle dan Justin Hurwitz

Damien Chazelle dan Justin Hurwitz sama-sama satu alamamater, Universitas Harvard, merupakan sahabat baik. Mereka pernah tergabung dalam satu band pop. La La Land merupakan prototype proyek mereka ketika berkuliah. Sedikit trivia, Chazelle bersedia menulis naskah La La Land hanya jika Hurwitz bersedia mengisi bagian musiknya.

Justin Hurwitz dikenala siswa yang memiliki kemauan keras oleh guru musiknya. Ketika masih SMA saja dia sudah bisa memainkan Beethoven’s First Piano Concerto dengan sangat baik. Hurwitz kemudian bagaimana ia membuat La La Land. Ketika La La Land mendapatkan persetujuan untuk diproduksi, Hurwitz sedikit-sedikit langsung membuat musik tema utamanya. Lagu ini nantinya kemudian berjudul “Mia & Sebastian’s Theme”.

You may also like

This website uses cookies to improve your experience. Accept