Olimpiade: Cabang Olahraga Unggulan Setiap Negara

by I Wayan Juliandika

Olimpiade Musim Panas yang dijadwalkan digelar di Tokyo pada 2020 sempat tertunda karena pandemi Covid-19. IOC akhirnya memutuskan untuk menunda event ini sampai musim panas 2021. Kemudian untuk meminimalkan penyebaran kasus Covid-19, pertandingan pun diselenggarakan tanpa penonton. Mengadakan event besar di tengah pandemi, panitia penyelenggara pun terbilang sukses. Olimpiade berjalan tanpa ada kendala yang berarti. Hal ini patut diapresiasi karena tradisi event olahraga empat tahunan tetap bisa terlaksana.

Pada helatan olimpiade musim panas (Summer Olympics) biasanya setiap negara mempunyai cabang olahraga unggulan. Di cabor inilah biasanya sebuah negara mendulang medali terbanyak. Sebuah cabang olahraga bisa jadi mempunyai sejarah yang panjang dan merupakan bagian dari budaya negara tersebut. Berikut adalah 10 cabang olahraga yang menjadi unggulan setiap negara.

olympic-rings
Monumen Olympic Rings di Depan Japan Olympic Museum

Panahan (Archery) – Korea Selatan

Jika melihat sejarahnya, busur dan panah tradisional Korea yang bernama Gakgung sudah digunakan pada abad ke-5 sebelum masehi. Gakgung terbuat dari kombinasi kayu dan tanduk kerbau. Jika busur panah modern yang kita kenal saat ini bersifat kaku, maka berbeda dengan Gakgung. Busur panah tradisional ini elastis dan bisa melengkung. Desain busur ini mampu melontarkan anak panah dengan jarak yang sangat jauh.

olimpiade-panahan-archery
Ilustrasi Olahraga Panahan

Sampai saat ini Korea Selatan adalah negara yang mengoleksi medali emas terbanyak dari cabang panahan. Negeri ginseng ini telah memenangkan 27 emas, 9 perak, dan 7 perunggu. Menurut sejarah, budaya memanah pertama kali ditemukan di negara-negara Eropa. Namun uniknya, pada edisi Olimpiade, Korea Selatan memimpin perolehan medali dari cabang olahraga ini.

Di zaman modern, panahan ternyata telah menjadi budaya di Korea Selatan. Anak-anak telah dilatih untuk memanah ketika mereka berada di sekolah dasar. Pencarian bibit atlet panahan sejak dini membuat Korea Selatan begitu unggul pada cabang olahraga ini. Kabarnya, seleksi atlet yang akan berangkat ke ajang olimpiade juga terbilang ketat dan minim KKN.

Anggar (Fencing) – Italia

Hingga Olimpiade Rio 2016, cabang anggar dikuasai oleh negara Eropa seperti Italia, Prancis, Hungaria, Rusia, dan Jerman. Italia sendiri telah mengoleksi 49 emas, 43 perak, dan 33 perunggu dari cabang olahraga ini.

Anggar merupakan evolusi dari olahraga adu pedang yang berasal dari abad pertengahan di benua Eropa. Catatan pertama tentang anggar ditemukan di Spanyol pada abad ke-15. Olahraga ini kemudian menyebar cepat ke Italia. Di sana, anggar tidak memerlukan waktu yang lama untuk menjadi populer karena masuk ke dalam kurikulum universitas.

olimpiade-anggar-fencing
Ilustrasi Olahraga Anggar atau Fencing

Italia mempunyai lebih dari 270 klub anggar yang menyebar di seluruh daratannya. Hal inilah yang membuat Italia mempunyai keleluasaan lebih dalam pelatihan, kompetisi, dan regulasi atlet yang akan melaju ke ajang olahraga besar. Pada abad ke-17 ada dua sekolah anggar yang cukup terkenal dan sering menjadi rival yaitu Bolognese dan Neapolitan.

Salah satu atlet anggar yang cukup terkenal adalah Edoardo Mangiorotti yang telah mengoleksi 39 medali selama karirnya antar tahun 1936-1960. Atlet lain yang cukup dikenal adalah Valentina Vezzalli, Giovanna Trillini, Franco Riccardi and Sandro Cuomo.

Berkuda (Equestrian) – Jerman

Hingga Olimpiade Tokyo 2020, Jerman telah mengoleksi 28 medali emas, 14 perak, dan 14 perunggu dari cabang Berkuda. Perolehan medali ini adalah yang tertinggi dari semua negara yang pernah berkompetisi.

Berkuda merupakan cabang olimpiade yang tidak membedakan gender pada nomor pertandingannya. Biasanya berkuda terdiri dari tiga disiplin yaitu dreesage (tunggang serasi), show jumping (lompat rintang), dan eventing (trilomba).

olimpiade-berkuda-Equestrian
Ilustrasi Olahraga Berkuda atau Equestrian

Menurut sejarah, berkuda sudah menjadi budaya di Jerman pada masa Renaissance. Hingga kini, Jerman telah memiliki jutaan kuda yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Empat puluh tahun yang lalu jumlah kuda hanya seperempat dari jumlah yang sekarang. Lebih-lebih dulu berkuda dianggap sebagai sesuatu yang menyalahi zaman atau anakronistik. Namun belakangan, paradigma itu mulai berubah.

Menurut Thomas Hartwig, juru bicara dari Fedarasi Berkuda Nasional, berkuda telah ditransformasi sebagai salah satu cabang olahraga dan hiburan. Pemerintah Jerman telah mendesain sistem yang memudahkan masyarakatnya untuk menekuni olahraga berkuda.

Ditambahkannya lagi, sistem berkuda di Jerman sangat baik. Ini memungkinan orang yang ingin mempelajari olahraga berkuda dan pelatih dipertemukan dengan mudah. Lebih-lebih pemerintah Jerman membuat olahraga berkuda dapat diakses oleh siapa saja. Kini terdapat lebih dari 7.600 klub berkuda di Jerman dan juga 3.300 peternakan swasta. Akses yang melimpah membuat berkuda dapat diakses dengan harga yang terjangkau.

Bersepeda (Cycling) – Prancis

Pernahkah anda mendengar istilah Tour de France? Iya, Tour de France adalah kejuaraan balap sepeda paling bergengsi yang diadakan di Prancis. Tidak mengherankan rasanya jika Prancis merupakan negara yang paling berjaya di Olimpiade pada cabang bersepeda. Sampai dengan Olimpiade Tokyo, Prancis telah mengoleksi 41 emas, 27 perak, dan 25 perunggu. Perolehan medali ini bersaing ketat dengan Inggris dengan 38 emas, 34 perak, dan 27 perunggu.

olimpiade-bersepeda-cycling
Ilustrasi Olahraga Bersepeda

Menurut sejarahnya, sepeda pertama kali ditemukan di Jerman pada tahun 1817. Meskipun demikian, pada era 1860-an orang Prancislah yang mempopulerkan kendaraan roda dua ini dengan nama “bicycle”.

Sepeda di Prancis melambangkan kebebasan. Bahkan, salah seorang sutradara Prancis bernama Jacques Tati memperagakan dirinya mengendarai sepeda sambil menghisap pipa rokok dan mengenakan jas hujan. Dia menamakan karakter ini dengan Monsieur Hulot.

Sepeda di Prancis telah menjadi fenomena yang masuk ke dalam budaya pop. Misalnya saja, sepeda banyak ditemukan pada sastra Prancis seperti buku dan film. Pemerintah Prancis khususnya Paris sejak dulu telah memberikan perhatian kepada pesepeda. Misalnya dengan membuat jalur sepeda yang lebih aman.

Judo (Judo) – Jepang

Tidak mengeherankan jika cabang Judo dikuasai negeri matahari terbit karena memang dari sinilah olahraga ini berasal. Hingga Olimpiade Tokyo 2020, Jepang telah mengoleksi 48 emas, 21 perak, dan 27 perunggu. Catatan prestasi ini jauh mengguli negara-negara lain. Judo adalah olahrga bela diri modern yang diciptakan oleh Kano Jigoro pada tahun 1882. Judo mengkombinasikan jujitsu dengan latihan disiplin mental. Jujitsu sendiri mempunyai akar dari olahraga sumo yang mempunyai sejarah panjang. Cabang olahraga ini pertama kali diperkenalkan pada Olimpiade Tokyo tahun 1964. Jika dibandingkan dengan seni bela diri lain, Judo lebih menekankan latihan anggota tubuh dan mental, daripada semata-mata memenangkan sebuah pertandingan.

olimpiade-judo
Ilustrasi Atlet Judo

Kano merupakan remaja yang cerdas secara akademik, namun sering merasa inferior karena fisiknya yang kecil. Untuk memperkuat fisiknya, ia berguru ke Yanosuke Fukuda yang merupakan seorang pelatih jujitsu. Dari sanalah ia mengambil elemen-elemen terbaik dari jujitsu sampai pada akhirnya melahirkan seni bela diri baru yang dinamakan judo.

Pada tahun 1889 Kano pergi ke Eropa untuk memperkenalkan Judo. Mimpinya menjadi kenyataan karena Judo diizinkan untuk dimasukkan ke Olimpiade Tokyo 1964 sebagai cabang olahraga resmi.

Bagi masyarakat Jepang, judo bukan hanya sekadar olahraga namun juga tradisi yang menjadi identitas bangsa.

Gulat (Wrestling) – Rusia

olimpiade-gulat-wrestling
Ilustrasi Olahraga Gulat

Negara manakah yang mendominasi cabang olahraga gulat di olimpiade? Jawabannya adalah Rusia (dan negara bekas Uni Soviet). Jika digabung dengan negara pecahan Uni Soviet, Rusia setidaknya telah mengoleksi 92 emas, 33 perak, dan 37 perunggu pada cabang gulat. Jumlah medali ini belum digabung dengan kontingen Rusia yang menggunakan nama lain seperti Unified Team atau ROC.

Apa rahasia dominasi Rusia di cabang gulat?

Banyak komunitas gulat (terutama dari AS) yang penasaran apa yang membuat tim Rusia sangat efektif dalam kompetisi. Vladimir Anoshenko, atlet pegulat senior menuturkan, kekuatan Rusia pada bidang gulat terletak pada sistemnya yang sangat baik. Atlet gulat AS biasanya memulai kompetisi ketika usia mereka masih sangat belia – menyebabkan atlet mengalami burn out ketika dewasa sehingga kurang memiliki perfomansi yang baik di level internasional. Berbeda dengan atlet Rusia yang memulai pembinaan ketika usia mereka sedikit lebih dewasa (10 – 13 tahun). Mereka pun berkompetisi di lebih sedikit turnamen. Tidak hanya itu, mereka mempunyai waktu latihan yang lebih singkat per harinya. Inilah yang menyebabkan atlet gulat Rusia siap bertanding ketika merasa dewasa.

Ditambahkannya lagi, atlet gulat Rusia mempunyai masa depan yang cerah. Pemerintah memberikan bonus dan insentif jor-joran kepada atlet. Bahkan pemerintahnya juga menjamin kehidupan atletnya ketika mereka telah pensiun. Hal yang mungkin tidak dimiliki oleh komite olahraga negara lain, bahkan AS sekalipun.

Atletik (Athletics) – Amerika Serikat

olimpiade-atletik-Athletics
Ilustrasi Olaharaga Atletik

Tidak diragukan lagi negeri Paman Sam unggul berbagai bidang seperti ekonomi, sains, teknologi, budaya, termasuk juga olahraga. Atlet AS hampir selalu membawa negaranya menjadi juara umum di ajang Olimpiade Musim Panas. Beberapa cabang olahraga yang menjadi andalan adalah renang dan atletik. Atletik merupakan cabang dengan banyak nomor sehingga juga sangat potensial mendulang banyak medali. Hingga Olimpiade Tokyo 2020, AS memimpin perolehan medali di cabang ini dengan 343 emas, 270 perak, dan 214 perunggu.

Kenapa Amerika Serikat begitu berjaya di ajang olimpiade? Olahraga merupakan bidang yang ditangani secara serius oleh pemerintah AS, mulai dari pencarian bibit potensial hingga fasilitas yang memadai. Selain itu, masyarakat AS sudah menganggap olahraga bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka. Terbukti dengan kompetisi olahraga antar universitas yang biasanya sangat bergengsi.

Memajukan bidang olahraga tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sebagai negara industri yang maju, tidak sulit bagi pemerintah AS untuk mengembangkan bidang olahraga. Faktor lainnya adalah penduduk AS yang sangat beragam dari berbagai ras. Banyak imigran dari seluruh dunia yang memutuskan untuk menjadi warga negara AS. Hal ini akan menghasilkan atlet-atlet unggul di berbagai cabang olahraga.

Renang (Swimming) – Australia

Semua dari kita tahu bahwa Michael Phelps merupakan atlet Amerika Serikat tersukses pada cabang renang di Olimpiade. Namun di posisi kedua ada negara yang juga tidak kalah hebat dalam olahraga ini yaitu Australia. Renang merupakan cabang yang menyumbangkan medali terbanyak untuk kontingen Australia yaitu sebanyak 69 emas, 70 perak, dan 73 perunggu. Sedikit trivia, tim renang Australia sering dijuluki dengan Australian Dolphins.

olimpiade-renang-swimming
Ilustrasi Olahraga Renang

Australia dengan populasi ‘hanya’ 25 juta penduduk biasanya selalu menempati 10 besar perolehan medali olimpiade, lebih-lebih pada cabor renang. Sebagai salah satu negara maju, Australia mempunyai fasilitas olahraga yang mengesankan. Tidak sulit untuk membina bibit-bibit atlet dikarenakan fasilitasnya juga sangat mendukung. Bahkan, warga biasa pun dapat mengakses kolam renang digunakan para atlet untuk berlatih.

Australia pertama kali mengirim atlet renang pada Olimpiade Musim Panas di Paris pada tahun 1900. Nama atlet tersebut adalah Frederick Lane. Lane berhasil memenangkan dua medali emas. Uniknya cabang renang pada olimpiade edisi ini diadakan di Sungai Seine.

Berlayar (Sailing) – Inggris

Inggris adalah negara paling berprestasi pada cabang olahraga berlayar di gelaran Olimpiade Musim Panas setidaknya pada 6 edisi terakhir. Hingga gelaran Olimpiade Tokyo 2020, Inggris telah mengoleksi 31 emas, 21 perak, dan 12 perunggu.

olimpiade-berlayar-sailing
Ilustrasi Olahraga Berlayar

Tim Inggris pada cabang berlayar dinamakan dengan British Sailing Team (BST). Kesuksesan Inggris pada cabang berlayar dimulai pada tahun 1997. Kala itu pengembangan cabor ini begitu masif dengan diberdayakannya pelatih-pelatih terbaik.

Berlayar merupakan seni menggerakkan kapal dengan memanfaatkan tenaga angin. Kondisi angin yang tidak menentu merupakan tantangan dari olahraga ini sehingga membutuhkan pengalaman dan keterampilan yang mumpuni. Perubahan kondisi angin yang seringkali mendadak menuntut para atlet harus mempunyai skill problem solving dan decision making. Meskipun mempunyai pelatih, seorang atlet berlayar harus mampu membuat keputusan secara mandiri dalam setiap pertandingan.

Saya beruntung tergabung dalam tim ini sejak tahun 1992. Dapat saya katakan tim (olimpiade) Tokyo merupakan merupakan tim terbaik yang pernah saya miliki. Kesadaran setiap atlet dan kebutuhan mereka terasa sangat sensasional. Kami mempunyai kombinasi otonomi (pengambilan keputusan individu) dan teknik penyesuaian (alignment) yang hebat, memungkinkan kami cepat beradaptasi dengan keadaan, dan dengan Covid-19, dan penundaan olimpiade. Saya sudah tidak sabar menunggu Olimpiade Paris 2024, dan saya pernah merasa akan pensiun setelah Olimpiade Tokyo!

Barrie Edgington, Atlet dan Pelatih Berlayar

Tenis Meja (Table Tennis) – Tiongkok

Ilustrasi Olahraga Tenis Meja

Sejak diperkanalkan pada Olimpiade 1988 di Seoul, wakil Tiongkok hampir selalu menyapu bersih medali emas pada cabor tenis meja. Hingga Olimpiade Tokyo 2020, Tiongkok telah mengoleksi 32 dari 37 medali emas cabang tenis meja. Singkat kata, tenis meja adalah olahraga nasional negeri tirai bambu. Menurut sebuah laporan, setidaknya ada satu atlet kelahiran Tiongkok dari 21 negara yang berpartisipasi pada cabang tenis meja di Olimpiade Rio 2016.

Kenapa Tiongok begitu unggul pada cabor ini?

Kebangkitan ekonomi Tiongkok beberapa dekade belakang juga berimbas pada sektor olahraga. Pemerintah Tiongkok mempunyai sistem yang sangat baik untuk melatih atlet yang akan berlaga ke olimpiade. Salah satu contohnya adalah dibangunnya China Table Tennis College yang didedikasikan untuk melatih calon atlet tenis meja.

Selain itu, Tiongkok mempunyai sistem pembinaan atlet yang sangat solid mulai dari level junior sampai kelas atlet olimpiade. Uniknya, pembinaan ini dilakukan secara bertahap dimulai dari mengajarkan teknik dasar pada level junior sampai pada penguasaan nuansa permainan pada level senior. Pembinaan dengan cara seperti ini membuat atlet Tiongkok begitu disegani pada kompetisi internasional.

You may also like