Product Red Untuk Perangi HIV/AIDS

by I Wayan Juliandika

Pernahkah anda melihat iPhone dengan casing merah? Pada belakang casingnya terdapat tulisan Product Red atau didesain dengan RED. Varian warna ini pertama kali diluncurkan Apple tahun 2006 pada produk iPod Nano. Tidak biasanya Apple merilis produk dengan warna yang cukup ngejreng, seperti warna merah. Namun ternyata ini merupakan bentuk kerjasama Apple dengan Red, sebuah organisasi nirlaba. Sebagian dari hasil penjualan varian produk ini akan digunakan untuk pendanaan dalam memerangi pandemi seperti HIV/AIDS di negara-negara Afrika. Tidak hanya Apple, ternyata Red sudah menjalin banyak kemitraan dengan perusahaan-perusahaan lain seperti Starbucks, Nike, Coca-cola, Converse bahkan Youtuber terkenal seperti PewDiePie.

product-red
Product (RED) Bekerja Sama dengan Banyak Perusahaan Raksasa (Image: Queer In The World)

Sejarah RED

Warna merah (red) adalah warna darah. Darah sering menyimbolkan keberanian dan pengorbanan. Di negara Amerika dan Eropa, merah sering didentikkan dengan gairah yang menggebu-gebu. Sementara di Asia, warna merah kerap kali dihubungkan dengan hoki atau keberuntungan. Warna merah seringkali lebih mencolok dari warna lain sehingga akan menarik banyak perhatian.

Red pertama kali digagas oleh frontman U2, Bono bersama dengan Bobby Shiver. Proyek ini diumumkan pada tahun 2006, tepatnya pada pertemuan tahunan World Economic Forum di Swiss. Kala itu Bono yang memang dekat dengan mendiang Steve Jobs memutuskan untuk membuat proyek amal dengan nama Red. Red akhirnya menggandeng Apple sebagai mitra pertama. Produk dengan label Red biasanya akan mempunyai dominan warna merah. Konsep Red sangat sederhana. Sebagian keuntungan dari penjualan produk ini akan disumbangkan ke TheGlobalFund. TheGlobalFund sendiri merupakan organisasi nirlaba yang bertujuan untuk menanggulangi HIV/AIDS, Tuberkulosis dan Malaria di seluruh dunia. Lebih lanjut, dana ini akan digunakan untuk testing, konseling, dan perawatan untuk orang yang menderita HIV/AIDS. Tidak hanya itu, dana ini juga dimanfaatkan pencegahan transmisi HIV dari ibu ke bayi ketika proses kehamilan.

Menurut situs Woff Ollins, Red mempunyai tiga tujuan dasar:

  1. Memudahkan konsumen untuk berdonasi melalui pembelian barang.
  2. Menghasilkan keuntungan dan rasa kepemilikan dengan perusahaan mitra.
  3. Menciptakan sumber dana berkelanjutan untuk the Global Funds untuk menanggulangi HIV/AIDS.

Ini merupakan gebrakan yang tidak biasa dari mendiang Steve Jobs ataupun Apple. Sebelumnya Apple tidak pernah membuat proyek amal seperti perusahaan-perusahaan raksasa lainnya. Mendiang Steve Jobs juga tidak pernah membuat organisasi amal sebelumnya. Sesuatu yang kerap dilakukan oleh pendiri perusahaan teknologi.

Bono dan Apple telah mempunyai hubungan ‘mesra’ sejak dulu. Apple bahkan pernah merilis iPod edisi spesial U2 lengkap dengan tanda tangan semua personilnya. Kendati demikian, kerjasama Apple dan Red tidaklah mudah. Pada awalnya Steve Jobs sempat menolak bermitra dengan Red. Hal ini sempat memicu negosiasi yang alot diantara dua belah pihak. Jobs beralasan, penambahan logo Red di belakang gadget Apple akan mengganggu branding Apple itu sendiri.

iPod Nano generasi kedua yang diluncurkan pada 2006 merupakan produk pertama dari Red. Pada produk inilah logo Red pertama kali bisa ditemui. Untuk setiap penjualan produk ini, Apple akan menyumbangkan $10. Kedengarannya mungkin tidak terlalu banyak. Namun, faktanya produk ini begitu laris manis di pasaraan sehingga menghasilkan dana amal terbanyak pada tahun pertama Red. Di tahun-tahun berikutnya Apple konsisten menjual produk edisi Red seperti iPhone, iMac, dan Apple Watch. Tidak hanya itu, Apple juga membuat produk Red pada aksesoris original seperti softcover. Hingga tahun 2021, Apple telah mendonasikan 270 juta dolar ke organisasi Red.

Banyak yang tidak menyadari produksi produk edisi Red sempat mengalami hiatus beberapa saat. Produk iPod touch kegenerasi kelima merupakan produk Red terakhir sebelum Apple hiatus memproduksi edisi ini. Produk ini diluncurkan pada tahun 2012. Secara kebetulan produk ini hadir dalam tujuh warna termasuk warna merah (red). Setelah itu edisi produk red mengalami hiatus selama lima tahun. Pada tahun 2017, Apple kembali meluncurkan Product Red melalui iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. Peluncuran produk ini melambungkan kembali brand Red. Pada tahun ini, semakin banyak konsumen mengenal produk Apple edisi Red. Hal ini dikarenakan ini adalah produk iPhone pertama dengan edisi Red. Beberapa tahun kemudian, iPhone menjadi Product Red terpopuler dari Apple.

product-red
iPhone 7 and iPhone 7 Plus Edisi Product Red (Image: Apple)

Produk Edisi Spesial Red

Apple dapat dikatakan sebagai perusahaan yang paling banyak terlibat dalam proyek Red. Misalnya saja ketika desainer Apple Jonathan Ive membuat beberapa edisi produk khusus untuk dilelang. Ive ternyata tidak sendiri, ia dibantu oleh produk desainer kawakan Marc Newson. Duo desainer kemudian menghasilkan EarPods dengan warna emas yang berhasil dijual seharga 461.000 dolar Amerika. Tidak sampai di sana, mereka juga memproduksi meja lipat. Meskipun tidak berwarna merah, meja ini mampu terjual dengan harga 1.685.000 dolar Amerika. Produk yang terakhir mungkin adalah yang paling ikonik diantara semuanya. Produk tersebut adalah kamera dari merk legendaris, Leica.

leica-red
Kamera Leica Edisi Red (Image: Meister Camera)

Banyak pengguna Apple yang penasaran apa maksud tulisan kecil Product Red di belakang gadget mereka. Hal ini ternyata tidak langsung akan meningkatkan brand awareness dari organisasi Red itu sendiri. Tidak sedikit yang mengatakan ini merupakan cara marketing yang cerdas. Organisasi Red dapat meminimalkan biaya marketing karena sudah dipopulerkan oleh produk yang ‘ditumpanginya’.

Saat ini Red tidak hanya menghimpun dana untuk menanggulangi HIV/AIDS, namun juga untuk penanggulan pandemi Covid-19. Bagaimanapun juga adanya pademi Covid-19 juga cukup membuat fasilitas kesehatan keawalahan melayani pasien HIV/AIDS. Oleh karena itu, Red juga menaruh perhatian pada penanggulangan Covid-19.

Red merupakan bagian dari organisasi nirlaba bernama One Foundation. One didirikan oleh Bono yang memang gemar melakukan aksi filantropi. Jika Red lebih fokus pada penanggulangan HIV/AIDS, One bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Dalam waktu sepuluh tahun sejak diluncurkan, Red menggalang dana paling banyak dari semua organisasi yang berpartner dengan One Foundation.

Bagaimanapun juga, Red telah merevolusi bagaimana cara kita berdonasi. Berdonasi tidaklah sesulit itu, bahkan Red mengemasnya menjadi menarik dan effortless. Ketika membeli produk edisi Red, orang secara tidak sadar ikut menyisihkan sebagian uang mereka untuk penanggulangan HIV/AIDS.

Berikut adalah video infografis yang menceritakan tentang perjalanan kemitraan Red dan Apple dalam menanggulangi HIV/AIDS. Video ini adalah milik channel Apple Explained yang dibuat oleh Greg Wyatt Jr.

Sejarah Product Red yang Dibuat oleh Channel Apple Explained

Tentang HIV/AIDS

HIV/AIDS sendiri merupakan penyakit sampai kini belum bisa disembuhkan. Penyakit ini telah pandemi global. HIV pertama kali ditularkan oleh primata yang diduga berasal dari Afrika Barat. Sementara itu, kasus pertama HIV pada manusia ditemukan pada seorang pria di Kongo. HIV kemudian menyebar ke seluruh dunia hingga kini. HIV dapat berkembang menjadi AIDS jika tidak ditangani dengan tepat. Hingga awal tahun 90an penderita HIV/AIDS hanya bisa bertahan beberapa tahun setelah diterinfeksi. Pada 1992, terapi HIV pertama ditemukan. Terapi atau kombinasi obat ini dikenal dengan nama antiretroviral therapy (ART). Antiretroviral (ARV) mampu menekan jumlah HIV hingga ke dalam jumlah yang tidak terdeteksi. Terapi ini telah menekan jumlah kematian akibat HIV/AIDS secara dramatis. Kini orang yang positif HIV mempunyai harapan hidup yang sama dengan orang yang negatif.

HIV/AIDS Telah Menjadi Pandemi yang Melanda Dunia (Image: Berani Berencana)

Secara geografis, Afrika merupakan benua dengan kasus HIV/AIDS terbanyak di dunia. Minimnya infrastruktur menyebabkan penanggulangan pandemi di Afrika menjadi lebih lambat. Afrika bagian selatan merupakan daerah dengan persentase penduduk positif HIV/AIDS terbanyak. Negara-negara itu diantaranya adalah Botswana, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, Eswatini, Zambia, dan Zimbabwe.

Dalam budaya populer, HIV/AIDS telah menginfeksi beberapa tokoh publik seperti Freddie Mercury. Vokalis dari band Queen ini meninggal karena HIV/AIDS pada 1991. Kemudian ada pebasket terkenal Magic Johnson yang mengumumkan dirinya mengidap HIV sejak 1991. Johnson adalah contoh pengidap HIV yang masih hidup sampai sekarang, 30 tahun setelah pengakuannya ke publik.

Statistik

Berdasarkan data dari UNAIDS, sebanyak 37,7 juta orang terinfeksi HIV/AIDS di seluruh dunia. Sebanyak 28,8 juta diantara telah mendapatkan akses terapi ARV. Kematian karena HIV pun telah berkurang sebanyak 64% sejak puncaknya pada tahun 2004. Sebanyak 90% dari orang yang telah melakukan terapi dinyatakan jumlah virusnya sudah tidak terdeteksi atau virally supressed.

Kontroversi

Red bukannya tanpa kritikan sama sekali. Organisasi ini kabarnya lebih banyak menggunakan dana donasi untuk kegiatan marketing ketimbang menyumbangkannya ke TheGlobalFunds. Sehingga tidak sedikit yang menyarankan agar menyumbangkan langsung uang mereka ke TheGlobalFunds daripada berdonasi dengan membeli Produk Red.

Bono, Frontman U2 sebagai Founder Red (Image: Financial Times)

Salah satu Product Red dari Apple adalah Smartcover. Pada awalnya logo Red pada aksesoris ini tidaklah begitu mencolok. Logo Red tercetak di dalam aksesoris alih-alih di bagian luar. Hal ini pun menuai kemarahan dari Bono. Bono bahkan mengungkapkan kekesalannya secara langsung dalam sebuah acara pada 2014. Dia beralasan Steve Jobs tidak serius untuk meningkatkan brand awareness dari Produk Red itu sendiri. Dari peristiwa ini banyak yang menganggap bahwa proyek Red adalah usaha untuk corporate marketing daripada menyelesaikan pandemi HIV/AIDS itu sendiri. Red juga minim publikasi tentang transparansi tentang penggunaan dana yang disalurkan.

Namun pada 1 Desember 2020, bertepatan dengan World AIDS Day, Apple mengumumkan akan menyumbangkan 100% dari keuntungan produk ini langsung ke GlobalFunds. Di saat yang sama Apple juga menegaskan untuk mendonasikan setengah dari dana yang dikumpulkan untuk penanggulangan Covid-19 di Afrika Sub-Sahara. Tidak berhenti sampai di sana, Apple juga menyumbangkan sebesar 1 dolar dari setiap transaksi yang dilakukan dengan Apple Pay. Ini seakan menjadi angin segar pada pendonor akan transparansi donasi yang mereka sumbangkan.

Ini ditegaskan kembali oleh CEO Apple Tim Cook dalam cuitannya pada 1 Desember 2020.

Catatan kaki:

  1. How U2’s Bono And The Color Red Elevated Purpose In Business
  2. Why Red iPhones Say ‘Product’ On The Back
  3. 6 Problems With (PRODUCT)RED
  4. (RED) Celebrates 15 Years of Partnership With Apple
  5. Apple Extends Partnership With (RED) to Combat COVID-19 Until December 30
  6. Apple Expands Partnership With (RED) to Combat HIV/AIDS and COVID-19
  7. The story behind Apple and Product(Red) that you didn’t know about
  8. Apple dedicates 100% of Product Red eligible proceeds to COVID-19 relief through next June
  9. Global HIV & AIDS statistics — Fact sheet

You may also like