Deprecated: Hook custom_css_loaded is deprecated since version jetpack-13.5! Use WordPress Custom CSS instead. Jetpack no longer supports Custom CSS. Read the WordPress.org documentation to learn how to apply custom styles to your site: https://wordpress.org/documentation/article/styles-overview/#applying-custom-css in /home/u5710877/public_html/wp-includes/functions.php on line 6078
Pura Saraswati, Warisan Budaya Bernilai Spiritual - raré angon

Pura Saraswati, Warisan Budaya Bernilai Spiritual

by admin

Pura Saraswati atau Pura Taman Kemuda Saraswati adalah salah satu tempat pemujaan Dewi Saraswati dalam manifestasinya sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan. Pura ini terletak di jantung Ubud berdekatan dengan Puri Saren Agung. Halaman pura dihiasi oleh kolam dengan hamparan teratai yang cantik. Selain itu, pada malam hari wisatawan dapat menyaksikan Tari Kecak yang digelar di halaman pura.

pura-saraswati
Pada Halaman Pura Saraswati terdapat Kolam Lotus (Image: Unsplash/Camile Bismonte)

Ubud sebagai salah satu pusat pariwisata di Bali mempunyai daya tarik wisata yang lengkap. Di dalamnya termuat museum, pura, toko seni, persawahan dan perbukitan yang asri. Sempatkanlah berjalan-jalan di sekitar Jalan Raya Ubud dan kita akan menemukan budaya dan modernisasi dalam satu tempat.

Kota ini terletak di ketinggian minimal 118 meter dan ketinggian maksimal 386 meter di atas permukaan laut. Pada siang hari udara biasanya lembap namun tetap terasa lebih sejuk dari daerah Bali selatan. Daerah Ubud memiliki kombinasi dataran rendah sampai tinggi. Menurut klasifikasi Köppen-Geiger, iklim daerah ini adalah muson tropis (tropical monsoon, Am). Pada daerah ini akan banyak ditemukan vegetasi yang mirip dengan hutan gugur daun tropika. Tidak selebat hutan hujan tropis, namun juga tidak terlalu jarang seperti sabana.

Bali mempunyai bentang iklim yang lengkap. Pada bagian tengah terdapat pegunungan dengan iklim hutan hujan tropis dengan vegetasi yang lebih rimbun. Di bagian selatan mempunyai iklim yang lebih hangat yaitu muson tropis. Bagian terkering Bali ada pada bagian utara dan timur laut dengan vegetasi sabana.

Sudah Siap Berjalan-Jalan di Ubud?

Jika sedang berada di Starbucks yang berlokasi di Jalan Raya Ubud, sempatkanlah menengok ke bagian belakangnya. Wisatawan akan disuguhi kombinasi taman teratai dan lotus yang asri. Taman ini biasanya disebut dengan Water Palace. Taman ini merupakan jaba atau halaman depan Pura Saraswati. Untuk menuju bagian utama pura, wisatawan dapat melewati jembatan yang membelah kolam. Pada setiap sisi jembatan terdapat patung yang berbentuk makhluk-makhluk dari mitologi tradisional Bali.

Pura ini memang tidak terlalu luas. Pengunjung hanya boleh berkeliling di halaman luar (jaba) pura. Meskipun demikian nuansa spiritual dari pura terasa mendamaikan. Untuk masuk ke pura ini pengunjung tidak dikenakan biaya apapun.

Pura Saraswati Mempunyai Arsitektur Yang Megah

Pura ini dibangun dengan arsitektur yang cukup megah. Area halaman dan bagian utama pura dihubungkan oleh pintu masuk yang dinamakan kori agung. Seperti pura pada umumnya, kori agung dihiasi dengan ukiran khas Bali dengan detail yang cukup tinggi. Dua pohon plumeria yang seakan mengapit kori agung di sisi kiri dan kanan semakin menambah keindahan pura ini.

Ketika memasuki bagian utama pura, wisatawan akan melihat patung setinggi 3 meter yang merupakan perlambangan dari Jero Gede Mecaling. Pada bagian utama pura terdapat beberapa bangunan seperti padmasana, balai-balai, dan patung Dewi Saraswati.

Menurut sejarahnya, pura ini mulai dikonstruksi pada tahun 1951 dan rampung pada 1952. Arsiteknya bernama I Gusti Nyoman Lempad yang merupakan seorang maestro ukiran. Pembangunan pura ini merupakan permintaan pangeran Ubud yang bernama Cokorda Gede Agung Sukawati.

Jika beruntung, wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan Tari Kecak yang diadakan di halaman pura. Untuk menyaksikan pertunjukan, pengunjung wajib membeli tiket yang bisa didapatkan di depan pura. Menyaksikan pagelaran tradisional Bali di Pura Saraswati akan menjadi pengalaman tak terlupakan untuk para wisatawan.

Setelah berkeliling pengunjung dapat beristirahat sejenak di cafe yang terdapat di depan pura. Cafe ini bernama Cafe Lotus.

You may also like