Deprecated: Hook custom_css_loaded is deprecated since version jetpack-13.5! Use WordPress Custom CSS instead. Jetpack no longer supports Custom CSS. Read the WordPress.org documentation to learn how to apply custom styles to your site: https://wordpress.org/documentation/article/styles-overview/#applying-custom-css in /home/u5710877/public_html/wp-includes/functions.php on line 6078
Sri Lanka, Surganya Daun Teh Dunia - raré angon

Sri Lanka, Surganya Daun Teh Dunia

by admin

Minum teh sudah menjadi sebuah kebiasaan di hampir semua negara di dunia. Jenis-jenis teh pun ada banyak, mulai dari teh hitam, teh hijau maupun teh yang memiliki berbagai varian rasa. Tapi, tahukah Anda dimanakah sebenarnya daun-daun teh yang Anda seduh setiap pagi itu berasal? Bisa jadi, teh yang minum setiap pagi berasal dari sebuah negeri kecil di selatan India ini. Sri Lanka!

SRI-LANKA
photo : pexels

How to Get There?

Sri Lanka sempat menjadi perbincangan dunia akibat adanya ledakan bom di sejumlah hotel dan tempat ibadah di Colombo, ibukota Negara Sri Lanka. Namun kini, kondisi disana sudah mulai pulih dan aktivitas kota sudah mulai berlangsung seperti biasanya.

Jika Anda ingin berlibur ke surganya daun teh ini, ada beberapa pilihan rute yang dapat diambil. Mau tidak mau Anda harus transit terlebih dahulu, karena belum ada penerbangan langsung ke dari Indonesia ke Sri Lanka. Anda dapat transit di Kuala Lumpur ataupun Bangkok. Sebagai catatan, beberapa maskapai hanya terbang dari atau ke Sri Lanka-Indonesia setiap beberapa hari sekali. Lama waktu transit juga bervariasi mulai dari 1 jam hingga 12 jam pun ada.

Pengalaman penulis saat melakukan penerbangan Denpasar (DPS)-Kolombo (CMB), menggunakan maskapai AirAsia menghabiskan waktu sekitar setengah hari. Hal tersebut karena mempertimbangkan harga tiket yang lebih murah dengan konsekuensi waktu transit yang lebih lama. Pemberhentian pertama adalah di KUL (Kuala Lumpur) dengan penerbangan dari KUL-CMB membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam. Waktu tempuh yang hampir sama dengan penerbangan Jakarta-Bangkok. Setelah 3,5 jam perjalanan, Anda akan sampai ke Bandaranaike International Airport. Bandara ini terletak sekitar 45 menit-1 jam dari Kota Kolombo.

Visa Sri Lanka

Sebelum berangkat ke Sri Lanka, Anda juga dapat mengurus visa secara online melalui situs ETA dan membayarkan sejumlah biaya tergantung keperluannya. List biaya visa dapat dilihat disini. Khusus bagi Warga Negara Indonesia, Sri Lanka memberikan bebas biaya visa wisata sampai dengan 31 Januari 2020, namun Anda harus tetap mengisi formulir yang tertera di situs tersebut. Pengurusannya sangat cepat, hanya dalam hitungan hari dan semuanya online. Jika Anda belum sempat mengurus visa secara online, Anda juga bisa mengurus visa langsung di Bandaranaike.

Kesan historis sangat terasa saat Anda memasuki bandara ini. Dominansi warna cat kekuningan dan desain interior bangunan membuat suasana terasa seperti sedang berada di masa lampau.

SRI-LANKA
photo : wikimedia commons

Bandaranaike juga menyediakan banyak stan penukaran uang dengan rate yang sama. 1 Sri Lankan rupee setara dengan Rp. 75,32 (per 19 Januari 2020). Selain itu, untuk memperlancar komunikasi, Anda juga dapat membeli kartu sim di beberapa stan yang tersedia. Terdapat banyak pilihan provider, namun saat itu penulis menggunakan provider Dialog dan sinyalnya cukup stabil di wilayah kota. Kemudian, untuk melanjutkan perjalanan ke hotel, Anda juga dapat menggunakan taksi bandara. Perjalanan penulis saat itu sekitar pukul 12 malam dari Bandaranaike ke Subuthi (agak pinggiran kota) dibandrol dengan harga 2700 SR atau sekitar Rp. 200.000.

Jalan-Jalan di Sri Lanka

Jika Jakarta punya bajaj, Sri Lanka juga memiliki alat transportasi khas “Tuk-Tuk” yang berlalu-lalang di jalanan kota. Walaupun tergolong moda transportasi tradisional, tuk-tuk dapat dipesan secara online loh. Perkembangan teknologi informasi disana tetap dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat menengah ke bawah untuk tetap dapat bersaing dengan taksi online. Melalui aplikasi Uber, Anda dapat memesan tuk-tuk dan berkeliling dengan nyaman. Jika Anda tidak dapat memesan online, Anda juga dapat menunggu tuk-tuk di pinggir jalan. Tuk-tuk disana kebanyakan sudah dilengkapi dengan argo sehingga tidak perlu takut jika dibebankan biaya yang mahal oleh supirnya.

SRI-LANKA
photo: pexels

Cobalah Menikmati Suasana Alam Sri Lanka dengan Kereta Api

Pemandangan khas Sri Lanka. Foto: Wikimedia Commons

Ketika Anda mengetikkan kata “Sri Lanka” di situs pencarian, mungkin Anda akan banyak menemukan foto kereta api dengan lansekap hijau di kanan kirinya.
Berkunjung ke beberapa kota kecil seperti Ella, Kandy dan Galle, mungkin bisa menjadi pilihan. Inilah salah satu hal menarik dari Sri Lanka yang banyak direkomendasikan oleh para traveler. Simak salah satu videonya berikut ini.

Surganya Daun Teh

Teh dapat dikatakan sebagai oleh-oleh yang paling umum dari Sri Lanka. Saat berada di Sri Lanka, Anda dapat menemukan teh dengan berbagai jenis dan merk dari berbagai tempat. Mulai dari supermarket, toko oleh-oleh hingga di bandara. Menemukan teh di negara ini bukanlah suatu yang sulit.

Jika Anda familiar dengan teh merk Dilmah ataupun Lipton, itulah beberapa contoh produk teh yang asal muasalnya dari Sri Lanka. Kata ceylon dan ceylon tea juga akan sering Anda temui di Sri Lanka. Ternyata, nama Ceylon merupakan nama pemberian oleh penjajah Inggris kepada Sri Lanka yang diakui secara internasional sampai tahun 1972.

Terdapat berbagai varian teh di dunia mulai dari teh hitam, teh hijau, teh oolong, teh putih dan berbagai varian lain yang memiliki tingkat kepekatan yang berbeda. Pernah di suatu pabrik teh, penulis dijelaskan oleh sang pemilik bahwa teh yang semakin tidak pekat (light) harganya biasanya semakin mahal. Untuk teh-teh yang pekat biasanya cocok untuk digunakan sebagai campuran untuk teh susu (milk tea) yang kini tengah hits di Indonesia.

Jika Anda berkunjung ke Sri Lanka, ada beberapa toko yang bisa menjadi pilihan.

Laksala

Laksala merupakan sebuah toko suvenir/oleh-oleh milik pemerintah Sri Lanka. Mengusung tagline “All of Sri Lanka”, toko ini bisa dibilang yang paling populer di Sri Lanka. Berbagai jenis teh mulai dari teh kantung dan daun teh berbagai merk dapat ditemukan disini. Lokasinyapun tidak hanya di satu titik saja. Laksala tersebar di beberapa kota di Sri Lanka, termasuk di Kota Colombo. Sembari berbelanja teh, Anda juga dapat membeli berbagai pernak-pernik khas Sri Lanka sebagai buah tangan.

SRI-LANKA
photo: Wikimedia Commons

Blue Field Tea Garden

Blue Field Tea Garden merupakan salah satu rumah produksi teh di Sri Lanka. Berdasarkan pengalaman penulis berkunjung ke salah satu outletnya, sebelum berbelanja, pengunjung diajak untuk mengenal proses membuat teh dan juga membedakan jenis-jenis teh. Hal ini dapat menjadi nilai tambah karena pengunjung menjadi tidak salah memilih teh sesuai dengan selera dan kebutuhannya. Anda dapat menemukan salah satu outletnya saat perjalanan dari Kandy ke Colombo.

Keells Supermarket

Teh juga dapat dengan mudah ditemukan di supermarket. Salah satu yang mudah ditemukan adalah Keells Supermarket. Disini Anda dapat menemukan berbagai varian teh mulai dari merk yang sangat umum seperti Dilmah dan Lipton hingga merek-merek lainnya. Ini bisa menjadi alternatif bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu untuk keliling mencari oleh-oleh untuk kerabat dan kawan.

Bandara

Jika Anda benar-benar tidak sempat untuk membeli oleh-oleh selama di Sri Lanka, Anda masih dapat menemukan beberapa stan teh di Bandaranaike. Berbagai merk teh juga tersedia mulai dari Mlesna, Dilmah dan masih banyak lagi. Jadi tidak usah khawatir, Anda pasti dapat membawa pulang sekotak teh ceylon ini.

Saat berbelanja teh, orang yang belum familiar dengan istilah-istilah teh mungkin akan sedikit bingung. Pada label kemasan teh ada yang tertulis Broken Orange Pekoe (BOP), dan sejenisnya. Ini bukan menandakan kalau teh ini mengandung perisa jeruk (orange). Namun kode-kode itu menunjukkan bentuk daun teh dan juga tingkat kepekatannya. Jangan ragu untuk meminta informasi kepada petugas agar tidak salah beli!

SO Sri Lanka!

Masih ada banyak hal yang dapat Anda eksplorasi di negara ini. Dengan Seruan ‘SO Sri Lanka’, pemerintah Sri Lanka tengah gencar-gencarnya mempromosikan pariwisatanya. Semoga video ini dapat menjadi penutup terbaik untuk artikel ini!

You may also like