Deprecated: Hook custom_css_loaded is deprecated since version jetpack-13.5! Use WordPress Custom CSS instead. Jetpack no longer supports Custom CSS. Read the WordPress.org documentation to learn how to apply custom styles to your site: https://wordpress.org/documentation/article/styles-overview/#applying-custom-css in /home/u5710877/public_html/wp-includes/functions.php on line 6078
Jejak Kerajaan di Ujung Timur Pulau Bali - raré angon

Berwisata ke Pulau Bali tidak cukup hanya satu kali. Ungkapan sedemikian mungkin benar adanya karena saking banyaknya obyek-obyek wisata menarik yang ditawarkan oleh pulau yang disebut-sebut sebagai The Last Paradise on Earth ini. Pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Bali, pengunjung akan berhadapan dengan hiruk pikuk Perkotaan Denpasar, denyut nadi dari pulau dewata. Namun, tidak perlu khawatir, hanya dengan menempuh perjalanan sekitar satu jam saja, pengunjung dapat terbebas dari hiruk pikuk perkotaan menuju ke kedamaian desa nan asri. Sesekali, cobalah singgah ke wilayah Bali Timur dan rasakan kentalnya nuansa tradisional Bali.

Karangasem, the Spirit of Bali.

Demikianlah wilayah ini mencitrakan wilayahnya. Perkembangan kegiatan pariwisata di wilayah ini memang sedang berkembang pesat, apalagi pasca diresmikannya jalan bebas hambatan –Bypass Ida Bagus Mantra pada tahun 2005. Hanya dengan berkendara selama 2 jam dari Kota Denpasar, wisatawan dapat menikmati kekayaan alam dan budaya dari wilayah paling timur Pulau Bali ini.

Sejarah berdirinya Taman Soekasada Ujung

Menurut sejarahnya, Kabupaten Karangasem pada zaman dahulu berupa sebuah kerajaan yang pernah berkuasa sampai ke Pulau Lombok. Jejak-jejak peninggalan sejarah Kerajaan Karangasem sampai saat ini masih dilestarikan, salah satunya adalah Taman Soekasada Ujung, di Desa Tumbu.

Pada masa Hindia Belanda, Taman Soekasada Ujung atau lebih populer disebut Taman Ujung ini disebut sebagai Waterpaleis atau “istana air”. Jika dibandingkan dengan wilayah lain, Taman Ujung ini layaknya obyek wisata Taman Sari yang merupakan bagian dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Yogyakarta.

bali-taman-soekasada-ujung-karangasem
Pemandangan di Taman Soekasada Ujung, Karangasem (doc : rareangon)

Diprakarsai oleh raja Karangasem pada tahun 1909, A.A. Bagus Djelantik, pembangunan taman ini sebenarnya adalah pengembangan dari Kolam Dirah yang telah dibangun tahun 1901. Menurut catatan sejarah, pembangunan selama 12 tahun ini melibatkan seorang arsitek Belanda bernama van Den Hentz, arsitek Tiongkok bernama Loto Ang dan seorang undagi (arsitek adat Bali). Maka tidak heran jika gaya arsitektur kolonial sangat menonjol hampir di semua bangunan.

bali-sepeda-air-taman-soekasada-ujung-karangasem
Menikmati keindahan Taman Soekasada Ujung dengan sepeda air (doc : rareangon)

Taman Soekasada Ujung Saat ini

Taman Soekasada Ujung  yang berjarak 63 km dari Jantung Provinsi Bali (Kota Denpasar), saat ini telah menjadi salah satu tempat wisata yang populer di telinga wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan merogoh kocek sebesar 15.000 per orang, pengunjung sudah dapat menikmati suasana warisan sejarah di ujung timur Pulau Bali.  Uniknya, berwisata ke tempat ini tidak hanya sekadar wisata swafoto seperti tren pariwisata yang sedang hits saat ini. Pengunjung juga dapat menikmati keindahan Taman Soekasada Ujung dengan bermain sepeda air, boat ataupun berpiknik bersama keluarga di sekitar taman.

bali-karangasem-zaman-kerajaan-sejarah
Putra Kerajaan Karangasem (docs : rareangon)

Jika memasuki bagian dalam bagunan utama, pengunjung akan disuguhkan dengan foto-foto masa kerajaan yang terbingkai rapi dalam balutan warna hitam dan putih. Deskripsi singkat tentang foto-foto tersebut cukup memberikan tambahan pengetahuan bagi pengunjung tentang kejayaan Kerajaan Karangasem. Namun, terdapat salah satu yang tidak boleh dimasuki karena konon ruangan ini merupakan ruang meditasi bagi Raja Karangasem.

Popularitas taman ini pun semakin melonjak pasca peluncuran video clip Semusim milik Alm. Chrisye yang mengambil latar di salah satu spot favorit di Taman Soekasada Ujung. Tak hanya Alm. Chrisye, boyband Sm*sh pun tak mau kalah.  Pada tahun 2013 silam, Sm*sh meluncurkan video clip dari lagu “Rindu Ini” yang dengan latar utama adalah di Taman Soekasada Ujung.

Spot pengambilan gambar pada dua video klip tersebut, saat ini selalu ramai dibanjiri oleh pengunjung yang hendak berswafoto maupun menikmati pemandagan Taman Soekasada Ujung dari ketinggian. Elevasi yang lebih tinggi pada titik ini memungkinkan pengunjung untuk memperoleh jarak pandang yang jauh sehingga bisa melihat pemandangan Taman Soekasada Ujung secara keseluruhan, bahkan pemandangan Pantai Ujung yang berada tepat di sisi timur Taman Soekasada Ujung.   

You may also like